Letusan Lokon Kagetkan Warga Tomohon

Kompas.com - 21/11/2012, 10:02 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Warga Tomohon khususnya yang berada di Kakaskasen dikejutkan dengan letusan Gunung Api Lokon, Rabu (21/11/2012) sekitar pukul 10.03 Wita.

"Saya berlari ke luar rumah mendengar suara gemuruh yang ternyata berasal dari Lokon. Awannya lumayah tinggi," ujar Fredy, warga Kakaskasen III yang dihubungi Kompas.com.

Seperti biasanya dalam setiap letusan yang kerap terjadi, Lokon menyemburkan debu vulkanis ke udara. Semburan debu kali ini terlihat jelas dari arah Desa Tateli yang berjarak puluhan kilometer dari Tomohon. Angin yang bertiup ke arah Manado, dikhawatirkan bakal membawa debu yang disemburkan Lokon.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Lokon dan Mahawu, Farid Ruskanda Bina belum dapat dikonfirmasi mengenai letusan kali ini. Nomor telepon yang dihubungi dalam keadaan sibuk.

Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara memang kerap meletus. Menurut catatan Pusat Vulknaologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) status Lokon ditetapkan menjadi Awas sejak 10 Juli 2011 dan meletus pertama pada 14 Juli 2011.

Statusnya kemudian turun menjadi Siaga (III) sejak 24 Juli 2011, namun hingga kini Lokon tidak stabil dan terus meletus. Hingga berita ini diturunkan kondisi Lokon masih mengeluarkan debu vulkanis, sementara kondisi warga di sekitar Lokon masih tetap tenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau